Blog

Dialog Distanhorbun Tema Budidaya Sayur dan Ikan di Dalam Ember BUSAKANBER

Cibinong-  Merebaknya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, tidak hanya  membawa masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga berimplikasi luas, seperti kelancaran distribusi pangan, terbatasnya akses fisik dan ekonomi terhadap pangan, dan lainnya yang dapat menganggu ketahanan pangan individu, keluarga  maupun nasional yang menyebabkan kerawanan pangan.  Salah satu solusi untuk mengatasi kerawanan pangan akibat covid-19  yaitu melalui pemanfaatan  lahan pekarangan yang ada di sekitar rumah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, agar  masyarakat memamfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman.

Dalam siaran Dialog Distanhorbun yang dipandu penyiar Delis Noor Awalia, Busakanber merupakan salah satu teknologi budidaya di lahan sempit dengan memanfaatkan pekarangan. Busakanber singkatan dari budidaya sayuran dan ikan dalam ember. Dengan membudidayakan sayur bersamaan dengan memelihara ikan, diharapkan setiap keluarga / rumah tangga yang melakukan Busakanber akan menghasilkan  bahan makanan berupa sumber vitamin dan protein. Vitamin diperoleh dari hasil panen sayur, sedangkan protein hewani diperoleh dari hasil panen ikan.

Menurut Salin Naqias AM.d,

Cara Budidaya Sayur dan Ikan di Dalam Ember:

1. BUSAKANBER merupakan budidaya sayuran secara hidroponik di dalam ember berukuran besar yang dilakukan bersamaan dengan budidaya ikan atau disebut juga mina sayur. Sayurannya antara lain, Kangkung, bayam, selada air,  dan sawi/ pakcoy.

2. Tujuan, 

  1. Membudidayakan Sayuran bersamaan dengan memelihara ikan
  2. Menghasilkan Sayur dan ikan dalam waktu bersamaan
  3. Menciptakan ketahanan pangan keluarga selama masa pandemi covid-19

Memenuhi kebutuhan gizi keluarga berupa sayur sebagai sumber serat, dan ikan sebagai sumber protein

3. Cara membuat busakanber :

Ember ukuran 70 liter, Air, Bibit Ikan 100 Ekor, Benih sayur , Arang kayu, Rockwoll, Kawat, Gelas Aqua

4. Langkah-langkah 

  1. Isi ember dengan air, diamkan selama 1 minggu
  2. Masukkan bibit ikan lele, setelah 4 jam beri makan
  3. Rangkai gelas, arang kayu dan rockwool untuk media tanam sayur, kaitkan dengan kawat di bibir ember
  4. letakkan sayur di atas rockwool, pastikan rockwool lembab tapi tidak terendam air

 5. Cara pemeliharaan 

  • Ember ditempatkan ditempat yang terkena matahari
  • Kangkung akan tumbuh pada hari ke 3
  • Berikan pakan pada ikan sesuai ukuran nya sebanyak 4x pada jam 09.00, 13.00, 17.00 dan 21.00
  • Berikan pakan sedikit demi sedikit, hentikan bila ikan rebutannya sudah melemah.
  • Penggantian Air dilakukan apabila :
  1. Bila Nafsu makan menurun, Air berbau busuk, Ikan menggantung (Kepala diatas, Ekor di bawah)
  2. Maka ganti air (penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang)
  3. Biasanya air diganti setiap 7-10 hari sekali     
  4. Penggantian air bisa seluruhnya , atau setengahnya
  5. pemberian pakan setiap 4 jam sekali dengan dosis yg tidak berlebihan.