Blog

DIALOG: Jangan Kendor Pakai Masker Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru

Cibinong- Jelang adaptasi kebiasaan baru dan guna membangun kesadaran masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gencar melakukan upaya upaya komunikasi yang bersifat persuasif dan salah satunya mengajak masyarakat untuk menggunakan masker.
Kementrian Komunikasi dan Informatika Kominfo serta Dinas Komunikasi dan Informatika terus mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker. Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif secara langsung di Radio Tegar Beriman 95,3 FM

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Wiryanta menuturkan, "Kesehatan merupakan hal yang paling utama namun kamajuan ekonomi pun tidak kalah penting. Dan telah juga dilakukan uji klinis di Bandung guna memutus rantai penyebaran Covid-19 dan Insya Allah berhasil, kandidat vaksin dan pemerintah berkomitmen kuat vaksin bisa diproduksi masal di awal tahun 2021. Kalau itu sudah oke, saya kira Covid-19 akan enyah dari Nusantara ini."
Namun, dalam hal ini gerakan yang sederhan, yang utama dalam mencegah Covid-19 itu jangan kendor, disiplin pakai masker dan itu berkali kali disampaikan oleh pimpinan nasional dan pejabat pejabat di daerah baik itu provinsi, bupati, walikota seluruhnya. Intinya bagaiman masyarakat ini disiplin untuk pakai masker dalam rangka untuk melindungi diri sendiri, menyayangi keluarga, dan lingkungan masyarakat kita dan cinta kepada negara dan bangsanya. Ini kuncinya, tegas Wiryanta.

Selain itu, Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Bogor Dadang Imansyah juga mengungkapkan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor semakin meluas saat ini saja, hingga tinggal 2 Kecamatan lagi yang masih berstatus hijau yakni Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Tanjungsari dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Dengan catatan sebanya 798 terkonfirmasi positif. Salain itu, "Disampaikan juga bahwa disisi lain minggu ini Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan kampung aman Covid-19 didesa Watesjaya, Cigombong. Dengan ini diharapkan akan menumbuh kembangkan kesadaran dan kemandirin masyarakat untuk menjaga kampung tetap aman dan terlindungi sehingga mampu meredam lanju penyebaran Covid-19."

Wiryanta pun menambhkan, gerakan dan kesadaran itu tumbuh ditengah masyarakat sendiri dengan kesadaran penuh dan merupakan bagian keimanan untuk pakai masker dalam rangka untuk melindungi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Disinilah pentingnya disiplin disiplin disiplin. Disamping itu juga berbagai lapisan ikut juga mendisiplinkan masyarakat untuk jangan kendor pakai masker.

Selain itu, Kabid Layanan Komunikasi dan Informatika Dadang juga menyampaikan, sampai hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor terus mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui media sosial juga media baliho guna mendisiplinkan masyarakat menggunkan masker untuk memutus Covid-19 juga sebagai gerakan solidaritas terhadap masyarakat, sesama dan tim medis.

Ironisnya menurut wiryanta, ada dalam suatu provinsi masih minim kesadaran untuk memakai masker, yakni hanya sekitar 30% dan 70% nya
tidak menggunakan masker.
Wiryanta juga mengungkapkan, "tren kurva Covid-19 apabila turun artinya kita telah disiplin" hal tersebut menjadi fokus utama pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19.
Upaya meningkatkn kesadaran dan mendisiplinkan kesehatan memakai masker di Kabupaten Bogor, menurut Dadang Imawan "Telah dinaikan nominal sanksi denda dari Rp. 50.000 menjadi Rp. 100.000 selain itu juga sanksi teguran dan sanksi sosial membersihkan lingkungan masih terus diterapkan guna membuat masyarakat diaiplin menggunakan masker.

Wiryanta pun menambahkan dalam akhir dialog interaktif tersebut, bahwa memakai masker ini merupkan cara sederhana yang dapat dilkukan oleh berbagai lapisan masyarakat, jangan kendor pakai masker.