Blog

Dinkes Kabupaten Bogor Ajak ASN dan Swasta Lukan SPM Kesehatan Untuk Tekan Angka Hipertensi dan Diabetes di Kabupaten Bogor

Release Diskominfo Kabupaten Bogor

Kamis, 17 Oktober 2019

 

BABAKAN MADANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor lakukan lokakarya lintas sektor dalam menangani dan menekan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), Hipertensi dan Diabetes di Kabupaten Bogor, di Lorin Sentul.  Melalui optimalisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Deteksi dini PTM, untuk mendukung Wujudkan Karsa Bogor Sehat dengan masyarakat sehat. Kamis (17/10).

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif menjelaskan, saat ini Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyakit pembunuh nomor dua di dunia. Untuk itu diperlukan sinergitas semua sektor tidak saja insan kesehatan, dalam menekan angka PTM seperti hipertensi dan diabetes di Kabupaten Bogor.

“Melalui lokakarya ini, kami mengajak ASN Se-Kabupaten Bogor dan insan kesehatan di Kabupaten Bogor swasta maupun pemerintah. Untuk bersinergi meningkatkan deteksi dini PTM, mulai dari hipertensi, diabetes, dan Tuberkulosis melalui optimalisasi  Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada seluruh masyarakat di masing” wilayah Kecamatan di Kabupaten Bogor,” Dedi menegaskan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, untuk membentuk Kabupaten Bogor sejahtera dan maju, maka masyarakat nya harus sehat. Untuk itu harus ada kebersamaan dan strategi berkelanjutan dan tidak terputus, salah satunya desiminasi dan pembinaan kepada masyarakat terkait kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap menjadi  wahana curah pemikiran dan pendapat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor. Mulai dari puskesmas, SKPD, RSUD maupuan RS Swasta serta pelaku usaha melalui CSR nya, jika tidak bersama-sama persmasalahan kesehatan ini tidak akan selesai Lakukan Di publis kaitan bidang kesehatan melalui puskesmas, RSUD maupun swasta, jika tidak bersama-sama tidak akan selesai,” Burhan menegaskan.

Menurutnya, kegiatan Lokakarya itu harus bisa menghasilkan rekomendasi, apa saja yang menjadi perioritas kedepan dibidang kesehatan. “Nantinya hasil masukan tersebut akan dijadikan sebagai materi penajaman khususnya Karsa Bogor Sehat. Sehingga manfaatnya akan dirasakan secara signifikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang P2P Dinkes Prov Jabar, Juanita mengatakan, untuk menangani kasus PTM harus dilakukan dengan berkolaborasi, tentunya untuk melahirkan masyarakat sehat, produktif dan berkualitas. Strateginya melalui peningkatan pemerataan pelayanan kesehatan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Karena di tahun 2035 jumlah usia produktif akan meningkat hingga 70 persen, hal itu tentunya menjadi tantangan besar dalam menciptakan lansia produktif, dan masyarakat sehat terbebas dari PTM.

“Karena 21 persen penyebab kematian adalah PTM. Untuk itu mari kita tingkatkan pelayanan SPM melalui edukasi, skrining dan penyuluhan. Mulai dari dalam gedung hingga luar gedung,” imbuhnya.

(Dewi/Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)