Blog

Himbauan Kemenag Pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Bogor

Himbauan Kepala KUA Citeureup HR. Robi  Syamsi, S.Ag,.M.Pd  dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada layanan nikah ialah pada calon pengantin (Catin) dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker saat prosesi pernikahan, Jumat  ( 27/3/2020 )
Himbauan ini berdasarkan surat yang diedarkan Dirjen Bimbingan masyarakat Islam Kementrian Agama RI saat prosesi akad nikah yang dilangsungkan  di Kantor Urusan Agama (KUA), diluar Kantor Urusan Agama (KUA), kami  selalu mensoliasikan kepada masyarakat agar mengikuti protokol yang ditetapkan oleh pemerintah” Ucapnya.
Akad Nikah dilaksanakan di KUA ” sebaiknya membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan  tidak lebih dari 10 orang dan kepada calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti  proses harus telah membasuh tangan dengan sabun / hand sanitizer dan menggunakan masker. Petugas, Wali nikah dan Catim laki laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab qobul."

Sedangkan akad nikah yang dilaksanakan diluar Kantor Urusan Agama (KUA) agar ruangan prosesi akad nikah ditempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat, dengan membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang dan calon pengantin dan anggota keluarga  yang mengikuti proses harus telah membasuh tangan dengan sabun / hand sanitizer dan menggunakan masker. Petugas, Wali nikah dan Catim laki laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab qobul.

Untuk sementara waktu agar tidak mengadakan jenis pelayanan selain pelayanan administrasi dan pencatatan nikah di KUA yang berpotensi menjalin kontak jarak dekat serta menciptakan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyakl seperti bimbingan perkawinan bagi catim, konsultasi perkawinan , bimbingan klasikal dan sebagainya.
Kami selalu berkoordinasi  dengan petugas kesehatan dalam rangka pencegahan covid-19 termasuk memberi rujukan yang diperlukan bilamana terdapat tanda tanda dan gejala sakit baik pada petugas maupun kepada masyarakat pada saat layanan berlangsung” tambahnya lagi.
(Humas Kemenag Kabupaten Bogor)