Blog

Puskesmas Karadenan Lakukan Rapid Tes ke 70 ODP dan ODR

CIBINONG - Sebanyak 70 Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Orang Dalam Resiko (ODR) di Puskesmas Karadenan, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dilakukan Rapid Test Virus Korona atau Covid-19. Dalam pengecekan Rapid Test Covid-19 itupun, hadir Bupati Bogor, Ade Yasin dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mikeu Kaltarina untuk memantau Rapid Test kepada ODP dan ODR yang ada di Puskesmas Karadenan.
"Hari ini rapid test kedua, masih kita lakukan kepada ODR, yaitu orang dengan risiko dan ODP, sebanyak 70 orang yang dites," kata Ade Yasin ketika ditemui di Puskesmas Karadenan, Kamis (26/3/2020).
Ia menjelaskan, pada Rapid Test Covid-19 yang dilaksanakan Rabu (25/3/2020) kemarin, sebanyak 320 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di empat rumah sakit yaitu, RSUD Cibinong, Ciawi, Leuwiliang dan Cileungsi sudah di tes. "Kemarin kan yang sudah masuk itu 320 yang PDP. Ditambah ODP, hari ini ODP, datanya belum masuk. Tapi sebanyak mungkin ya ODP. Karena, datanya kan sudah ada," jelasnya.
Menurutnya, saat ini sebanyak 165 tenaga medis dan 422 ODP yaitu masyarakat dilakukan pengetesan Rapid Tes Covid-19 termasuk lingkar yang masuk dalam kategori ODR.
Lebih lanjut, pada Rapid Tes Covid-19 yang dilaksanakan di empat RSUD di Kabupaten Bogor, ada satu orang yang memang dinyatakan positif Covid-19. Yaitu warga Parung Panjang jenis kelamin perempuan usia 15 tahun. "Jadi orang yang baru pulang dari luar negeri atau yang memang banyak berhubungan dengan orang-orang yang daerah-daerah yang mungkin lebih banyak endemik ya. Dan orang yang lingkar positif. Jadi di sini kan kemarin ada satu orang yang masuk dan positif, gitu ya," lanjutnya.
Untuk targetnya sendiri, Pemkab Bogor akan melakukan Rapid Test Covid-19 bertahap. Hal itu dikarenakan untuk membuat pengetesan secara kondusif.
"Harus bertahap ya karena mengumpulkan orang, beberapa tempat serentak juga khawatir ya, nanti kekurangan dokter atau apa. Jadi kita bagi tugas, tetapi kita sengaja tidak di dalam satu tempat karena itu menghindari penumpukan orang. Jadi kalau sistemnya begini kan, satu orang datang diperiksa, satu datang diperiksa, dikawal. Jadi lebih rapi dan lebih kondusif," tukasnya.
(Humas Diskominfo Kab. Bogor)