Blog

Ribuan Perawat Se-Kabupaten Bogor Diajak Tingkatkan Profesionalisme Menuju Satu Desa Satu Perawat

Release Diskominfo Kabupaten Bogor
Sabtu, 26 Oktober 2019
 
CIBINONG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, ajak ribuan perawat Se-Kabupaten Bogor. Tingkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, untuk mendorong program satu Desa satu perawat. Dalam rangka mendukung terwujudnya Karsa Bogor Sehat Kabupaten Bogor. Melalui kegiatan seminar keperawatan profesionalisme perawat, di Aula Dinkes Kabupaten Bogor. SABTU (26/10).
Ketua DPD PPNI Kabupaten Bogor, Yusuf Djamili menuturkan, peran perawat begitu penting maka perawat yang terjun dalam masyarakat harus benar-benar berkompetensi dan diakui oleh negara, dengan mengantongi izin dalam bentuk STR. Sehingga saat ini tidak ada lagi perawat yang turun melayani masyarakat tanpa memiliki izin.
"Melalui seminar keperawatan ini, kami berupaya untuk mendorong seluruh perawat di Kabupaten Bogor profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Izin saja tidak cukup, kualitas juga dibutuhkan untuk meningkatkan pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya masalah kesehatan yang lebih besar,"  paparnya.
Sementara itu, Bupati Bogor,  Ade Yasin mengatakan, profesi perawat jadi salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan di Kabupaten Bogor. Dalam mendorong mewujudkan peningkatan derajat Kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor, dengan pelayanan kesehatan yang maksimal dan profesional.
"Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perawat perlu dilakukan. Peran perawat sangat penting karena bersentuhan langsung dengan pasien. Untuk itu dibutuhkan tenaga perawat yang profesional dengan kompetensi yang memadai. Salah satunya melalui pelayanan dengan teknologi dan alat yang mutakhir untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Bogor sehat," tegas Ade yasin.
Katanya menambahkan, untuk menciptakan Kabupaten Bogor sehat, bukan hanya peningkatan sarana prasarana kesehatan mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Puskesmas di Kabupaten Bogor. Tapi juga harus dilakukan dengan menyentuh langsung dengan para pelaku bidang kesehatan, mulai dari dokter, bidan dan perawat baik RS pemerintah maupun swasta.
"Kami sangat apresiasi kinerja para perawat yang bekerja 48 jam perhari. Yang senantiasa berkontribusi menangani berbagai permasalahan kesehatan di Kabupaten Bogor. Dalam mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan murah,mudah dan berkualitas. Program satu perawat satu desa harus direalisasikan, selain meningkatkan pelayanan kesehatan juga meningkatkan kesejahteraan para perawat di Kabupaten Bogor, " tuturnya
Ditempat yang sama, Ketua DPW PPNI Jabar, Wawan Hernawan menuturkan, saat ini ada sekitar 4314 tenaga perawat di Kabupaten Bogor. Akan tetapi jumlah itu, belum mampu menangani seluruh permasalahan kesehatan yang ada. Untuk itu program satu desa satu perawat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat program karsa Bogor Sehat di Kabupaten Bogor.
"Kedepannya perawat tidak hanya melakukan pelayanan kuratif. Tetapi berperan aktif melakukan pelayanan preventif. Seperti edukasi dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat hingga pelosok desa. Untuk membiasakan masyarakat hidup sehat, sehingga berbagai penyakit bisa dicegah sejak dini. Bila perlu program ini dibuat dalam bentuk Perda," cetus Wawan.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan, simulasi proses penanganan pertama pasien korban bencana dari lokasi bencana hingga dibawa menuju Rumah Sakit oleh Brigade Perawat Siaga Bencana Kab. Bogor dan dilanjutkan dengan pemberian Plakat.
(DEWI/Diskominfo Kab.Bogor)