Blog

DIALOG DISTANHORBUN KAMIS 16 JULI 2020 BUDIDAYA TALAS UNTUK KETAHANAN PANGAN DITENGAH PANDEMI COVID19

Cibinong - Di tengah kondisi pemerintah dan masyarakat Indonesia yang sedang berjibaku melawan pandemi Covid-19 ini, kini juga harus pula dihadapkan dengan pilihan kebijakan strategis untuk mengamankan pasokan pangan yang menurut Badan Pangan Dunia (FAO) juga berpotensi terjadi krisis pangan akibat Pandemi Covid-19. Mengingat tingginya risiko pangan ini, dulu Bung Karno pernah mengingatkan rakyat Indonesia dalam salah satu pidatonya, “Pangan merupakan mati hidupnya suatu bangsa.Bila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi, maka malapetaka.”Pangan tidak saja menentukan keberlangsungan hidup manusia, tetapi juga dikategorikan sebagai “bahan bakar” untuk menggerakan sebuah negara.Langkanya pasokan pangan berpotensi menimbulkan kekacauan di kalangan masyarakat, bahkan pada tingkat tertentu dapat mengganggu stabilitas politik di suatu negara. Rakyat yang merasa lapar dan susahbergerak ke mana-mana akan kecewa terhadap pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik (public services).

Salah satu komoditas yang dapat deikembangkan oleh semua kalangan yaitu Talas.Talas merupakan salah satu jenis tanaman keluarga umbi-umbian yang tumbuh subur di Indonesia.Talas sendiri juga terkenal sebagai salah satu bahan pangan. Saat ini budidaya talas  semakin banyak dilakukan. Untuk memulai budidaya talas, berbagai persiapan haruslah dilakukan demi proses yang sesuai dengan harapan dan hasilnya pun melimpah.

Talas tidak hanya digunakan sebagai salah satu bahan pangan, tetapi juga bisa digunakan sebagai obat dan pakan ternak.Itulah sebabnya mengapa tanaman yang satu ini banyak disukai.Semua bagian talas dapat bermanfaat.

Nantikan Dialog Penyiar Delis dengan Narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor Kamis 16 Juli 2020 pukul 09.00 - 10.00 WIB.